Dinas Kominfo, Kota Tanjungpinang - Sebagai pendidik, guru tidak hanya dituntut untuk mengajar dan mendidik semata. Tetapi, guru juga harus memiliki karya berupa buku. Terkait hal tersebut, maka dilaksanakan kegiatan Workshop Gerakan Guru Membaca dan Menulis (G2M2) yang digelar di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Sabtu (2/11).

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP mengungkapkan rasa kagumnya terhadap rencana guru menulis di Kota Tanjungpinang. Targetnya bahkan hingga guru tersebut menghasilkan buku mandiri ber-ISBN. Hal tersebut menandakan semakin bagusnya kualitas dan keterampilan guru.

“Ini merupakan suatu ide, gagasan dan gerakan yang luar biasa jika para guru di Kota Tanjungpinang mengikuti program menulis buku oleh guru ini terealisasi, maka akan ada sekian ribu buku yang dilahirkan dari selurug guru SD dan SMP dari Kota Tanjungpinang,” ungkap Rahma.

Gerakan guru membaca dan menulis tersebut, menurut Rahma merupakan sebuah inovasi yang bagus dan sangat tepat untuk para guru.

Tidak itu saja, Rahma juga memberikan semangat kepada para guru se-Kota Tanjungpinang untuk terus mencari ilmu dan meningkatkan keterampilan, meskipun tidak berhubungan dengan profesi seorang guru sekalipun. Kelak, ilmu dan keterampilan tersebut akan ada kegunaannya. "Guru juga harus punya karya, tidak hanya mendidik tetapi juga memiliki inovasi dalam hal ini menerbitkan buku secara mandiri dan langkah tersebut sangat positif, karena karya akan dikenang sepanjang masa, meskipun kita telah tiada," pungkasnya.

Ketua Panitia Workshop Gerakan Guru Membaca dan Menulis, DR. Mulia Wiwin, M.Pd menjelaskan gerakan tersebut merupakan program literasi pertama yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang yang bertujuan membantu para guru untuk bisa meningkatkan keterampilannya, terutama keterampilan membaca dan menulis.

"Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam dunia literasi, khususnya membaca dan menulis, melalui kegiatan ini juga dapat memberikan laluan kepada para guru untuk menerbitkan buku secara mandiri yang ber-ISBN sehingga dapat terdaftar langsung di Perpustakaan Nasional,” jelasnya.

Worshop G2M2 ini dilaksanakan dimulai 1-3 November 2019. Sebanyak 150 guru akan dilatih menulis sehingga masing-masing bisa menghasilkan sebuah buku. Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Tedy Fiktorius, M.Pd dan Riska Sri Hartati. (Fakhri/Humas Setdako)

Foto : Humas