|
Menuju Adipura 2010 : Hasil Evaluasi Tim Pra Pantau
Jum’at, 5 Maret 2010 Wakil Walikota Tanjungpinang Drs. H. Edward Mushalli mengadakan rapat mengenai evaluasi hasil Adipura oleh tim pra pantau Pemko Tanjungpinang untuk lokasi pemukiman, pertokoan, perkantoran dan rumah sakit.
Rapat ini dihadiri oleh Sekdako Tanjungpinang, Staf Ahli, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Camat dan kepala SKPD di sekretariat Pemerintah Kota Tanjungpinang. Adapun rapat yang dibahas adalah evaluasi pemantauan kebersihan di titik penilaian yang dilakukan oleh para staf ahli pemko Tanjungpinang.
Drs. H. Edward Mushalli mengatakan bahwa masih banyak titik-titik daerah penilaian yang masih dibawah standar penilaian, baik mengenai kebersihan atau penghijauan juga peran serta Tugas Kebersihan dan Masyarakat. Sebagai contoh umum, tumbuhan di daerah Ramayana yang tumbuh tidak tentu arah. Ia menyarankan agar pihak camat terkait dapat berkoordinasi dengan lurah , RW, RT setempat sehingga ada pengontrolan yang lebih maksimal mengingat waktu penilaian Adipura tidak lama lagi. Dari hasil pantauannya, ia masih menemukan petugas kebersihan TPA ( Tempat Pembuangan Sementara ) yang masih belum mempunyai buku petunjuk kegiatan. Sebagai alat bantu, Drs. H. Edward Mushalli memberikan hasil evaluasi agar dapat menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kebersihan dan penghijauan yang ada. Dan juga perlengkapan tanaman seperti pot yang kondisinya perlu di rehabilitasi lagi. Beliau juga berharap hasil kerja keras menuju Adipura ini bukan hanya sekedar mencari penghargaan, tetapi bukti nyata yang dirasakan masyarakat Tanjungpinang mengenai kebersihan di kota ini.
Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Dr. Eka Hanasarianto, M.Kes menyampaikan hasil pemantauan yang dilakukan oleh timnya. Dari hasil pemantauannya di RSUD, Puskesmas dan Pasar Bintan Centre, masih ada kondisi bangunan yang masih memerlukan rehabilitasi dan juga kurangnya penghijauan di sekitar RSUD dan puskesmas. Dalam laporannya, ia juga merekomendasikan bagi RSUD dan Puskesmas-puskesmas untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon peneduh dan tanaman penghias lainnya. Untuk daerah pasar bintan Centre, ia merekomendasikan untuk menyiapkan tenaga khusus yang menangani kebersihan di daerah tersebut.

Staf Ahli Bidang Hukum & Politik Drs. H. Ali Hisyam juga menyampaikan hasil pemantauan oleh timnya. Daerah pemantauannya meliputi daerah Teluk Keriting, Komplek Jl. Nila, Komplek Angkatan Laut, Pemukiman Jl Sumatra-Bali. Untuk daerah Teluk Keriting, rata-rata yang menjadi sorotan adalah di pemukiman warga yang tinggal di pelantar/di atas laut. Kebersihan ini kurang terjaga disebabkan kondisi pemukiman yang di pinggir laut sehingga warga merasa kesulitan karena sampah yang terbawa dari laut ke darat. Ia juga merekomendasikan agar dipasang jaring atau tembok kecil untuk menghalangi sampah naik ke darat/pantai dan juga penambahan TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Untuk pemukiman Jl Nila dan Komplek Angkatan Laut lapangan Sulaiman Abdullah, kebersihan masih harus dipacu dengan mengerahkan seluruh warga untuk bergotong royong. Untuk penghijauan, masih perlu di tambah, minimal penghijauan itu dilakukan dimasing-masing rumah warga.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Drs. H. Yahya Arif juga menyampaikan hasil pemantauan bersama timnya. Ia memaparkan mengenai kebersihan di lapangan Pamedan A Yani. Kebersihan disana masih perlu dikontrol, mulai dari TPS, barang-barang bekas dan tumpukan sampah. Ia juga merekomendasikan sebuah sistem dimana ada pemanfaatan sampah daun yang diubah menjadi kompos. Untuk daerah Kamboja, ia juga menyarankan untuk melakukan penghijauan dengan menambahkan tanaman peneduh seperti Ketapang atau sejenisnya juga menambahkan tanaman rendah sebagai hiasan.
Dari semua yang dipaparkan oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Tanjungpinang telah diterima oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang Drs. H. Yulianus Muchtar. Dari laporan tersebut, Pak Yulianus juga memberikan penjelasan mengenai penilaian kebersihan yang harus dikejar untuk mendapatkan Adipura minimal 73 point, sedangkan yang ada dilapangan sekarang masih sekitar 60 point sehingga perlu usaha yang keras dan koordinasi yang dinamis antara pemerintah kota Tanjungpinang dengan masyarakat kota Tanjungpinang. Ia juga memberikan masukan dan ide mengenai usaha-usaha yang dilakukan agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam kegiatan mensukseskan Adipura ini, yaitu dengan kerjasama dan penyediaan fasilitas demi memudahkan kegiatan ini. Juga perlu koordinasi antar dinas yang terkait dengan penghijauan, rehabilitasi fasilitas jalan dan lain sebagainya. Harapan dari target peraihan penghargaan Adipura ini adalah agar masyarakat kota Tanjungpinang bersama pemerintah Kota Tanjungpinang senantiasa menjaga kebersihan dan lebih meningkatkan kebersihan karena kota yang bersih indah nyaman merupakan dambaan setiap daerah. Mari...!!!! |