Humas Pemko Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang sempat sukses sebagai kota perdagangan, namun saat ini sudah mulai melemah, maka dari itu Pemerintah Kota Tanjungpinang fokus membahas untuk mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota perdagangan yang berdaya saing global. Rapat dilaksanakan di Kantor Bappelitbang, Senin (5/11).

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP selaku pimpinan rapat menyambut baik atas keseriusan seluruh stakeholder dan bersinergi bersama Pemko Tanjungpinang terkait untuk mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota yang sukses dibidang perdagangan dimasa lampau. "Saat ini harus kita jayakan kembali dengan konsep yang lebih baik serta kita sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini yang sifatnya berdaya saing global." Ujar Rahma.

Rahma merasa senang dan berbangga karena mendapat kunjungan dari Dirut PT. RNI. "Mudah-mudahan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, mengingat Kota Tanjungpinang sangat membutuhkan Investor untuk meningkatkan prekonomian serta kemajuan Kota Tanjungpinang dan mewujudkan kembali Tanjungpinang sebagai kota perdagangan." Tambahnya.

Rahma menyampaikan bahwa setelah pertemuan ini, ia berharap agar dapat langsung dibahas lebih lanjut dan segera dipelajari untuk seperti apa kerjasama yang akan dilaksanakan di Kota Tanjungpinang bersama PT. RNI.

Didik B. Prasetyo selaku pembicara utama, yang menjabat sebagai Direktur utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) persero, mengatakan bahwa  sebagai pembicara ia akan membahas 5 topik pembahasan, yaitu profil Tanjungpinang, profil PT. RNI (persero), potensi kerjasama Tanjungpinang bersama RNI, what investor want and best practices.

Adapun program unggulan di Kota Tanjungpinang berdasarkan analisis Location Quotion (LQ) di Kepri adalah perdagangan. "Maka dari itu kami dari PT. RNI bersama rekan-rekan tertarik untuk mengunjungi Kota Tanjungpinang dan membahas mengenai keseriusan kami untuk berinvestasi dan mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota perdagangan." Tambah didik.

PT. RNI ini tentunya bergerak dibidang Agroindustry, Trading & distribusi, Pharmacy dan Medical EQP, dan Property. Namun untuk Kota Tanjungpinang pihak PT. RNI akan tawarkan beberapa potensi kerjasama diantaranya penyediaan bahan makanan atau kebutuhan pokok yang meliputi gula, minyak goreng dan sebagainya agar pasokan bahan makanan lebih terjamin dan inflasi dapat terkendali.

Selain itu Didik juga melirik untuk berinvestasi dalam bidang penyediaan farmasi dan alat kesehatan, seperti implementasi sistem total laboratorium solution di RSUD Tanjungpinang, serta kerjasama perdagangan lainnya. "Saya berharap kepada pemerintah daerah satu hal yang sangat penting dalam kerjasama ini adalah agar setiap perizinan dapat dipermudah, tidak terlalu biroktatis, satu atap dan dapat dilakukan secara online sysyem, serta infrastruktur yang memadai seperti jalan, listrik, air dan Internet." Tutup Didik.

Pemaparan Dirut PT. RNI juga disambut baik oleh Ketua Kadin Tanjungpinang Boby Jayanto yang sangat mendukung dengan adanya niat PT. RNI untuk berinvestasi di Kota Tanjungpinang, "Saya sangat menyambut baik dengan adanya investasi ini khususnya bahan pokok, karena kita masyarakat sangat membutuhkan sandang dan pangan khususnya sembako." Ujar Boby.

Selama ini pasokan yang masuk ke Tanjungpinang sangat mengandalkan pasokan dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Thailand karena akses ke negara tetangga lebih dekat dan lebih murah dibandingkan harus memasok kebutuhan pokok dari daerah Jawa. "Maka dari itu dalam kesempatan ini saya selaku ketua Kadin berharap agar PT. RNI ini dapat menjalin kerjasama  dengan kota Tanjungpinang, dan menjamin kelancaran pemasokan kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang." Tutup Boby.

Rapat dihadiri juga oleh Asisten Ekonomi Pembangunan, Irwan, S.Sos, MM, OPD Terkait, Ketua Kadin Kota Tanjungpinang, Bea & Cukai, serta Stakeholder terkait. (humas)