Diskominfo – Banjir atau genangan air yang sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan DI Pandjaitan KM. 7 pasca hujan lebat Minggu ( 4/11) lalu, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tanjungpinang. Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hendri, dan Kepala Bapelitbang Drs. Surjadi melakukan peninjauan langsung ke lokasi langganan banjir tersebut, Senin (5//11). Setelah memerintahkan agar  mobil damkar menyedot sisa genangan air, walikota segera mengadakan rapat koordinasi bersama berbagai pihak terkait.

“Kita segera melakukan koordinasi penyelesaian masalah banjir di lokasi ini. Karena status jalan ini adalah jalan milik provinsi, kita juga akan mengundang Dinas PU Provinsi Kepri. Agar lebih konkrit lagi, kita undang perangkat RT/RW dan pemilik lahan karena ada laporan bahwa banjir disebabkan oleh adanya penyempitan saluran pembuangan air di lahan milik warga,” ujar walikota.

Sebelumnya banjir yang terjadi di jalan depan SPBU Batu 7 itu menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dari dua arah. Dinas PUPR Kota Tanjungpinang sendiri telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi banjir bersama Dinas PU Provinsi Kepri. Dan berdasarkan hasil tinjauan lapangan diketahui bahwa banjir di areal tersebut disebabkan oleh adanya penyempitan parit alami di dalam lahan milik warga.

Menurut keterangan masyarakat sekitar, parit alami yang berada di dalam lahan milik warga itu selama ini berfungsi sebagai aliran air dari Jalan DI Pandjaitan KM. 7 dan sekitarnya. Namun sejak beberapa lama parit yang melintasi lahan milik warga tersebut mengalami penyempitan akibat adanya penimbunan. Penyempitan dan penimbunan lahan itu sendiri tidak secara jelas terlihat dari jalan karena lahan milik warga tersebut dikelilingi pagar seng.

“Permasalahan ini yang akan kita carikan solusinya. Hari ini juga kita gelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Apa penyebabnya, dan kemana muara akhir pembuangan air harus ditelusuri dengan seksama. Termasuk kepada pemilik lahan, akan kita undang untuk mendengar penjelasannya,” ungkap walikota. (teguh/kominfo).