Dinas Kominfo Tanjungpinang - Reformasi Birokrasi, Teknologi Informasi, dan Kependudukan menjadi tema terkahir pada Debat Publik putara ketiga Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Kota Tanjungpinang tahun 2018, di Hotel CK Tanjungpinang, Jum'at 22 Juni 2018 malam. 

Topik tersebut salah satu permasalahan penting yang harus di perhatikan dalam sebuah penyelenggaraan pemerintahan, misalnya isu kependudukan penting untuk diangkat karena menyangkut pengendalian penduduk, lapangan kerja dan sebagainya. 

Demikian pula, dengan visi dan misi kedua paslon terkait reformasi birokrasi dan teknologi informasi dalam keberhasilan pembangunan daerah. Hal ini penting, sebab masyarakat harus tahu bagaimana kedua paslon dapat menentukan arah kebijakan, strategi, maupun inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, " ucap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria, saat memberi sambutan dalam acara itu. 

Menurut Robby, saat ini teknologi informasi sangat diperlukan dalam reformasi birokrasi. Bagaimana menciptakan birokrasi yang baik, birokrasi yang membuat masyarakat puas dan senang dalam mendapatkan layanan dari pemerintah. Karena itu, untuk meningkatkan pelayanan perlu dibuat sistem baru berbasis teknologi.

" Layanan publik dapat didukung dengan aplikasi teknologi informasi dengan tujuan agar layanan yang dihasilkan menjadi efektif dan efesien dilihat dari sisi biaya yang harus dikeluarkan maupun waktu serta kecepatan layanan ", terangnya

Menutup sambutannya, ia menghimbau masyarakat Tanjungpinang ramai-ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya pada Pilwako Kota Tanjungpinang 2018.

" Mari mencoblos ke TPS masing-masing pada 27 Juni nanti. Siapa pun yang terpilih nanti, warga harus tetap gunakan haknya. Bagi warga yang belum mendapat surat undangan memilih, tidak usah khawatir tidak bisa mencoblos. Warga bisa datang ke TPS dengan membawa KTP elektronik atau surat keterangan ", ujarnya

Debat publik yang dihadiri pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, H. Syahrul - Rahmah, dan paslon nomor urut dua H. Lis Darmansyah - dr. Maya Suryanti, menghadirkan 6 panelis. 

Mereka adalah Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Eko Prasojo, Dekan Fakultas Teknik UMRAH, Ibnu Kahfi, Dekan Ilmu Kelautan UMRAH, Agung Damar Syakti, Dosen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta dan STAIN SARS Bintan, Dr Riauwanto, dan Sayid Fauzan yang saat ini menjadi dosen UMRAH. 

Pada debat ketiga ini, KPU Kota Tanjungpinang menghadirkan presenter dan juga wartawan CNN Indonesia, Reinhard. Debat tersebut juga disiarkan secara langsung di Televisi Tanjungpinang (TPITV), RRI, dan live streaming Facebook KPU Tanjungpinang. 

Ditemui awak media usai debat publik, Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Eko Prasojo, mengaku bahwa sebagian besar jawaban kedua paslon sudah memenuhi target dari pertanyaan yang diajukan. Masing-masing paslon bisa menjawab beberapa persoalan dasar yang ada di Kota Tanjungpinang, terutama berkaitan dengan birokrasi, teknologi informasi, dan kependudukan. 

Dari topik tersebut, kedua paslon punya pengalaman birokrasi, sama-sama punya pengetahuan tentang IT dan kependudukan. Yang satu Wali Kota dan yang satu lagi Wakil Wali Kota, jadi memang saya lihat disini hanya tinggal komitmen untuk melaksanakan saja. Karena yang kita diakusikan ini masih tahap diatas kertas artinya sebatas pembahasan visi dan misi kedua paslon. 

"Kedepan akan kita uji di lapangan sejauh mana visi misi dan program kerja bisa dilaksanakan. Mungkin tugas media yang mengawal, bahwa janji-janji yang sudah disampaikan hari ini bisa dilaksanakan sebaik- baiknya", pungkasnya

Dia menjelaskan, dari pertanyaan tadi mengenai bagaimana menggunakan nilai dasar Islam dan Melayu dalam melakukan perubahan budaya dan mental model, dan ini tidak gampang, tetapi punya potensi human kapital dan sosial kapital yang besar. 

"Kalau kita baca Gurindam 12 itu, semua nilai ada disana, mulai dari diri sendiri, hubungan dengan orang lain, bagaimana memilih sahabat, selamat dunia serta akhirat, nilai-nilai kejujuran, tanggungjawab, dan amanah ada di sana. Nah, tinggal bagaimana menginternalisasikan itu didalam birokrasi sehari - hari ", ujarnya

Kemudian, pertanyaan bagaimana politisi menjaga netralitas birokrasi. Dari jawaban kedua paslon, masing - masing sudah memiliki komitmen yang tegas untuk tidak melakukan intervensi dalam birokrasi. "Nanti media yang mengawal itu ", pintanya

Lalu, kedua paslon tadi, sama-sama menyampaikan perlunya assessment kompetensi, kualifikasi dan kinerja dalam menduduki jabatan-jabatan didalam birokrasi. "Ini yang paling penting ",tegasnya. Kalau soal kependudukan kedua paslon sudah menjawab bagaimana mereka mempersiapkan generasi milenium menyambut globalisasi dan revolusi four ziro, mulai dari anak-anak SD, sekolah-sekolah sudah disiapkan teknologi berbasis IT. Dan yang paling utama, perubahan budaya untuk siap menerima keterbukaan informasi," imbuhnya

Selain itu, konsep smart city dengan menggunakan IT, tapi memang perlu ada penekanan karena konsepnya luas, kita mau pilih yang mana, bisa ditengahnya ekonomi, politik, atau budaya. Kalau ditengahnya ekonomi berarti bagaimana sistem budaya mendukung pertumbuhan ekonomi dengan smart ekonomi. Jadi ini perlu ada penekanan didalam pelaksanaannya nanti. 

" Sebenarnya yang paling penting disini adalah bagaimana menjaga konsistensi dan komitmen ini dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari nanti. Karena di tahap pilkada ini hanya menyampaikan visi misi dan program kerja, selanjutnya perlu ada penegasan di tingkat pelaksanaanya ", harapnya

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza menghimbau masyarakat Kota Tanjungpinang, agar ramai-ramai datang ke TPS untuk gunakan hak pilihnya. 

" Saya selalu mengingatkan masyarakat untuk gunakan hak pilihnya pada Pilwako nanti. Selama masa tenang ini, saya minta, semuanya harus tenang, tidak ada lagi aktifitas, kecuali pada 27 Juni 2018 nanti. Semua warga yang sudah punya hak pilih datang ke TPS untuk tunaikan hak pilihnya ", kata Wali Kota, seusai menghadiri acara tersebut. 

Debat publik yang terbagi dalam 6 sesi itu, turut dihadiri partai pendukung dari masing-masing paslon, pihak kepolisian, para simpatisan, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.*