Panel Khusus

Disini adalah panel khusus web kami

 

Artikel Popular

Artikel Popular di website kami

 

  • Link 1
  • Link 2
  • Link 3
  • Link 4
  • Link 5
  • Link 6
  • Link 7
  • Link 8
  • Link 9
  • Link 10
  • Link 11
  • Link 12
  • Link 13
  • Link 14
  • Link 15
  • Link 16
  • Link 17
  • Link 18
  • Link 19
  • Link 20
Home
Saturday 21st of November 2009

Powered by JoomlaGadgets

logo

Penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya PDF Print E-mail
Monday, 05 October 2009 15:38

Penyerahan Bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSP2S) dan Peningkatan Kualitas Perumahan (PKP)  MENPERA RI 2009

 

Bertempat di Kampung Air Bukit Kelurahan Pinang Kencana, Walikota Tanjungpinang pada hari Senin 05 Oktober 2009 menyerahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan Peningkatan Kualitas Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Pinang Kencana, Kelurahan Dompak dan Kelurahan Tanjung Unggat. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Perumahan Rakyat dan APBD Kota Tanjungpinang tersebut diserahkan dalam acara sederhana dan berlangsung akrab antar  walikota dan masyarakat penerima.gambar5

 

Pemerintah menyadari akan kebutuhan rumah yang layak dan sehat bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah masih jauh dari harapan,walaupun program program pembangunan perumahan layak dan sehat telah banyak dikembangkan oleh pemerintah.menyadari hal tersebut pemerintah akan selalu menyempurnakan program guna membantu masyarakat dalam memnuhi kebutuhan yang layak dalam lingkungan yang sehat,aman,serasi dan teratur.

 

Menurut Safrial Evi, Kepala Bappeda dan PM kota Tanjungpinang, “untuk tahun 2009 Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Kementrian Perumahan Rakyat mengalokasikan bantu untuk memberikan bantuan kepada 150 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibagi menjadi 10 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam 3 kelurahan; Kel. Pinang Kencana 50 MBR,Kelurahan Dompak 50 MBR,dan kelurahan Tanjung Unggat 40 MBR.”

 

Dalam penyerahan bantuan tersebut untuk BSP2S sebesar 5 juta/MBR dan PKP 4 Juta/MBR dimana sistem penyerahannya dibagi dalam 2 termin yaitu sistem 50 % diawal dan 50% diakhir tersebut, berasal dari Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2009 yang total dana bantuan sebesar 1.250.000.000,- Pemerinmtah Kota Tanjungpinang, dalam kegiatan ini menyediakan dana pendamping sebesar 10 % dari dana yang dikucurkan APBN.gambar6

 

Walikota Tanjungpinang dalam arahannya yang disampaikan dengan suasana akrab dengan masyarakat penerima, menekankan bahwa dana ini bersifat stimulan, yang mendorong masyarakat untuk memperbaiki kualitas perumahan masing-masing. Walikota juga mengharapkan untuk semua elemen kota bekerja keras dan bahu membahu mewujudkan Kota tanjungpinang sebagai kota yang maju, mandiri,berbudaya dan agamis.

 

Selanjutnya Walikota meninjau beberapa rumah penduduk yang menerima bantuan, dan terlihat perhatian Walikota dalam peninjauan tersebut akan kesulitan yang dihadapi warganya. Walikota berpesan, kepada seluruh SKPD, secara simultan dan sinergis melaksanakan program dan kegiatan yang menciptakan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di Kota Gurindam.

 
Celoteh Budak Sebauk PDF Print E-mail
Monday, 05 October 2009 15:01

Celoteh Budak Sebauk Merebut Juara Harapan II  Lomba Kolaborasi Pagelaran Wayang Kulit  dan Seni Budaya dalam Program Nasional Keluarga Berencana

 

gambar1Cerita bagaimana susahnya penderitaan Tok Kadir merebut juara harapan II ,Juara I diraih Provinsi Jawa Barat Juara II Daerah Istimewa Yogyakarta juara III diraih Provinsi Bali serta Juara harapan I Provinsi Jawa Timur disusul Tanjungpinang yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau sebagai Juara Harapan II serta tuan rumah Lampung sebagai juara harapan III.

 

Kisah yang menceriterakan seorang nelayan tua yang mempunyai 5 orang anak menjadi sebuah tontonan yang menarik di hadapan ribuan masyarakat yang memadati pendopo kantor Bupati Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Kamis (1/10).Dalam cerita tersebut menggambarkan Tok Kadir mempunyai 5 orang anak yang berbeda-beda kenakalannya,ini disebabkan karena kurangnya pengawasan dan pendidikan dari orang tua.Hal tersebut terjadi karena Tok Kadir sibuk bekerja sebagai nelayan yang hanya berpenghasilan pas-pasan,sementara istrinya sibuk mengurusi sendiri anak-anaknya.Dalam cerita tersebut juga digambarkan bagaimana Tok Kadir sampai dikejar-kejar rentenir,tukang kredit karena terlilit hutang yang banyak, karena memenuhi kebutuhan 5 anaknya.

 

Penampilan Celoteh Budak Sebauk dikemas dalam sebuah sajian yang begitu atraktif oleh Hidayat seorang yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu SD di Tanjung Sebauk,Senggarang. Sungguh menjadi sebuah perbedaan yang sangat menyolok disaat 32 Provinsi lain di Indonesia yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut menampilkan atraksi yang dimainkan oleh orang-orang dewasa,Provinsi Kepulauan Riau justru menampilkan anak-anak kecil yang mempunyai talenta yang begitu besar dalam dunia hiburan sehingga membuat decak kagum dan aplaus dari penonton yang memadati dalam pagelaran seni dan budaya yang dilombakan oleh BKKBN Pusat tersebut.

 

Acara yang digelar oleh BKKBN Nasional ini merupakan lomba yang meng-kolaborasikan seni budaya dan program KB Nasional dimulai tanggal 1 s/d 3 Oktober 2009 dimana dalam penilaiannya dewan juri lebih memfokuskan pada pesan yang dibawa dari atraksi seni budaya itu sendiri.

 

Tanjungpinang betul-betul menjadi primadona malam itu,karena selain celoteh budak sebauk juga tampil walikota Tanjungpinang Suryatati A manan yang didaulat untuk membacakan puisi dan pantun. Rupanya, Walikota Tanjungpinang yang telah menelurkan beberapa buku sastra puisi tersebut, rupanya telah dikenal sebagai Birokrat yang mumpuni dalam mengapresiasikan sastra dalam hal ini puisi dan pantun.

 

Puisi walikota, mendapat apresiasi yang meriah dari seluruh undangan, yang sebagian diantaranya adalah pejabat-pejabat BKKBN Nasional, Provinsi dan Kabupaten Kota se Indonesia, serta beberapa Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Puisi yang begitu menyentuh, yang menggambarkan bahwa saat ini paradigma KB seolah-olah hanya kewajiban kaum perempuan saja, begitu menyentil dengan bahasa puisi dan pantun walikota.gambar4

 

Direncanakan pada malam berikutnya (2/10), ditampilkan pagelaran wayang kulit dimana dalang pagelaran tersebut adalah Begug Purnomosidi yang merupakan Bupati Wonogiri, serta dalang Untung Wiyono yang merupakan Bupati Sragen, serta sinden dalam pagelaran itu adalah Rina Iriani Sri Ratnaningsih yang juga adalah Bupati Karang Anyar.

 

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Tanjungpinang, Raja Khairani, bahwa Walikota juga menerima piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Nasional, atas peran aktif dalam mensosialisasikan program KB melalui budaya daerah.

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3