|
Celoteh Budak Sebauk Merebut Juara Harapan II Lomba Kolaborasi Pagelaran Wayang Kulit dan Seni Budaya dalam Program Nasional Keluarga Berencana
Cerita bagaimana susahnya penderitaan Tok Kadir merebut juara harapan II ,Juara I diraih Provinsi Jawa Barat Juara II Daerah Istimewa Yogyakarta juara III diraih Provinsi Bali serta Juara harapan I Provinsi Jawa Timur disusul Tanjungpinang yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau sebagai Juara Harapan II serta tuan rumah Lampung sebagai juara harapan III.
Kisah yang menceriterakan seorang nelayan tua yang mempunyai 5 orang anak menjadi sebuah tontonan yang menarik di hadapan ribuan masyarakat yang memadati pendopo kantor Bupati Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Kamis (1/10).Dalam cerita tersebut menggambarkan Tok Kadir mempunyai 5 orang anak yang berbeda-beda kenakalannya,ini disebabkan karena kurangnya pengawasan dan pendidikan dari orang tua.Hal tersebut terjadi karena Tok Kadir sibuk bekerja sebagai nelayan yang hanya berpenghasilan pas-pasan,sementara istrinya sibuk mengurusi sendiri anak-anaknya.Dalam cerita tersebut juga digambarkan bagaimana Tok Kadir sampai dikejar-kejar rentenir,tukang kredit karena terlilit hutang yang banyak, karena memenuhi kebutuhan 5 anaknya.
Penampilan Celoteh Budak Sebauk dikemas dalam sebuah sajian yang begitu atraktif oleh Hidayat seorang yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu SD di Tanjung Sebauk,Senggarang. Sungguh menjadi sebuah perbedaan yang sangat menyolok disaat 32 Provinsi lain di Indonesia yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut menampilkan atraksi yang dimainkan oleh orang-orang dewasa,Provinsi Kepulauan Riau justru menampilkan anak-anak kecil yang mempunyai talenta yang begitu besar dalam dunia hiburan sehingga membuat decak kagum dan aplaus dari penonton yang memadati dalam pagelaran seni dan budaya yang dilombakan oleh BKKBN Pusat tersebut.
Acara yang digelar oleh BKKBN Nasional ini merupakan lomba yang meng-kolaborasikan seni budaya dan program KB Nasional dimulai tanggal 1 s/d 3 Oktober 2009 dimana dalam penilaiannya dewan juri lebih memfokuskan pada pesan yang dibawa dari atraksi seni budaya itu sendiri.
Tanjungpinang betul-betul menjadi primadona malam itu,karena selain celoteh budak sebauk juga tampil walikota Tanjungpinang Suryatati A manan yang didaulat untuk membacakan puisi dan pantun. Rupanya, Walikota Tanjungpinang yang telah menelurkan beberapa buku sastra puisi tersebut, rupanya telah dikenal sebagai Birokrat yang mumpuni dalam mengapresiasikan sastra dalam hal ini puisi dan pantun.
Puisi walikota, mendapat apresiasi yang meriah dari seluruh undangan, yang sebagian diantaranya adalah pejabat-pejabat BKKBN Nasional, Provinsi dan Kabupaten Kota se Indonesia, serta beberapa Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Puisi yang begitu menyentuh, yang menggambarkan bahwa saat ini paradigma KB seolah-olah hanya kewajiban kaum perempuan saja, begitu menyentil dengan bahasa puisi dan pantun walikota.
Direncanakan pada malam berikutnya (2/10), ditampilkan pagelaran wayang kulit dimana dalang pagelaran tersebut adalah Begug Purnomosidi yang merupakan Bupati Wonogiri, serta dalang Untung Wiyono yang merupakan Bupati Sragen, serta sinden dalam pagelaran itu adalah Rina Iriani Sri Ratnaningsih yang juga adalah Bupati Karang Anyar.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Tanjungpinang, Raja Khairani, bahwa Walikota juga menerima piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Nasional, atas peran aktif dalam mensosialisasikan program KB melalui budaya daerah.
|